KATEGORI


Arsip Berita

Wakil Gubernur DIY Paku Alam X Buka Kulfest DNT 2017

27 Desember 2017

KULON PROGO (27/11/2017)jogjaprov.go.id. – Festival Kampung Nusantara  ( Kulfest)  Didik nini Thowok 2017 yang diselenggarakan selama 3  hari di Bendung Khayangan, Turusan Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta Sabtu malam (25/11/2017) resmi dibuka Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dan dihadiri Bupati  dr.H.Hasto Wardoyo Sp.OG(K) dan Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo.

Menurut  Ketua Penyelenggara Didik Nini Thowok bahwa Festival Kampung Nusantara DNT dapat terselenggara  atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo , masyarakat Kulon Progo dengan  jaringan di seluruh Indonesia  dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap identitas spiritual dan kebudayaan dari seni pertunjukan di Kabupaten Kulon Progo.

Forum Komunikasi dan budaya ini akan menampilkan kebangsaan, etnis, suku, dan agama yang di wujudkan dalam  bentuk seni tari dari berbagai Negara seperti, Australia, India, Tiongkok, Jepang, Thailand, Indonesia (Yogyakarta, Banyumas, Cirebon, Bandung, Malang, Bali, Palembang, Sulawesi, Maluku, Banyuwangi)

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo Sp.OG(K) dalam sambutannya selamat datang mengatakan bahwa masyarakat Kulon Progo telah siap menyambut dibangunnya Bandara  Internasional Yogyakarta  (NYIA) di Temon Kulon Progo. Oleh karena itu dengan digelarnya event Kulon Progo Festival (Kulfest) Kampoeng Nusantara Didik Nini Thowok 2017 yang bertaraf internasional ini akan semakin menambah motivasi masyarakat Kulon Progo  dalam rangka menyambut  bandara  baru tersebut.

Harapan Bupati Kulon Progo Kulfest ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, yang mampu menyedot pelaku dan penikmat seni, wisatawan maupun masyarakat luas di Indonesia  dan  wisatawan Internasional pada umumnya untuk berkunjung di Kulonprogo.

Sementara itu Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menyatakan bahwa hakekat budaya merupakan hasil cipta, karsa dan rasa, yang diyakini  masyarakat sebagai sesuatu yang benar dan indah. Demikian pula budaya daerah di DIY, yang diyakini oleh masyarakat sebagai salah satu acuan dalam hidup bermasyarakat ke dalam (Intern) maupun ke luas ( Extern). Ini berarti tandas  Wakil Gubernur DIYbudaya tersebut bertujuan untuk mewujudkan  masyarakat ayom ayem tata, titi tentrem karta raharja.  Dengan perkataan laian budaya bermuara pada kehidupan masyarakat yang penuh dengan kedamaian, baik ke dalam maupun keluar.  

Lebih lanjut  Paku Alam X mengatakan bahwa Nilai-nilai budaya yang mendasar dan yang  di  pengaruhi oleh kenyataan-kenyataan kehidupan sehari-hari dari para pendukung kebudayaan tersebut sebagai bentuk pandangan hidup ( World View )  danyang mempengaruhi dan dipengaruhi coraknya oleh kegiatan-kegiatan sehari-hari oleh para pendukung  kebudayaan tersebat sebagai etos ( ethos) kerja. Dengan menggali nilai-nilai tradisional yang berakar dari budaya  local berdasarkan tata nilai budaya yang telah  lama ada.

Menurut Paku Alam X Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan jawa dengan sifat yang inklusif dan dinamis yaitu selalu menerima kehadiran budaya dari dunia melalui dialog interaktif dan akulturasi  budaya. Sikap keterbukaan ini tandas Wakil Gubernur menjadikan modal berharga bagi masyarakat DIY dan merupakan kekuatan mendorong ( driving forces)  demokratisasi kelembagaan maupun kehidupan masyarakatnya.

Untuk itulah atas nama Pemerintah Daerah DIY Wakil Gubernur   Paku Alam X mengapresiasi di selenggarakannya Festival Kampung Nusantara (Kulfest)Didik Nini Thowok 2017   kali ini lanjut Paku Alam X Kegiatan ini mempunyai nilai yang sangat penting  dalam upaya untuk meningkatkan potensi daerah kepada masyarakat luas serta stakeholders terkait.  Sekaligus dapat mendukung dan memperkuat posisi  Yogyakarta sebagai pusat seni dan budaya, kota pendidikan serta kota pariwisata dengan memupuk, membudayakan dan menumbuhkembangkan nilai – nilai seni dan budaya  local Yogyakarta serta kebudayaan Indonesia pada umumnya.

Pembukaan Kulfest  Didik Nini Thowok 2017 ditandai dengan Pemukulan bende oleh Wakil Gubernur DIY yang didamping Bupati Kulon Progo serta Ketua Panitia penyelenggara(.krn)