Pemerintah Pemerintah
DPR RI Komisi IX Meninjau Kesiapan Imunisasi PENTAVALEN di DIY PDF Cetak Email
Jumat, 23 Agustus 2013 07:22

 

YOGYAKARTA (23/08/2013) portal.jogjaprov.go.idPembangunan kesehatan di DIY, kita selenggarakan dengan strategi pembangunan Nasional berwawasan kesehatan, profesionalisme, desentralisasi, dan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat dengan memperhatikan berbagai tantangan saat ini dan di masa depan.

 

Demikian sambutan Gubernur DIY yang diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda DIY, Drs. Sulistyo SH, CH, M.Si saat menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi IX di Gedung Pracimasono, Jumat pagi (23/08).

 

Pencapaian derajat kesehatan diantaranya Usia Harapan Hidup, Angka Kematian Balita, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Ibu Melahirkan. Daerah Istimewa Yogyakarta telah menempati peringkat terbaik secara nasional pada tahun 2011-2012. Demikian juga prevalensi balita dan gizi buruk dari tahun ketahun mengalami penurunan.

 

Sementara itu, dr. Ribka Tjiptaning selaku Ketua Komisi IX DPR RI menyampaikan maksud kedatangannya adalah untuk melihat bagaimana kesiapan DIY dalam memberikan pelayanan imunisasi pentavalen yang merupakan imunisasi baru kepada bayi yang baru lahir. Menurutnya, imunisasi ini akan mulai diberikan pada bulan Agustus 2013.

 

Pemberian vaksin pentavalen (DPT/HB/Hib) merupakan pengganti vaksin (DPT/HB). Pada tahun 2013 ini, imunisasi tersebut diberlakukan di 4 provinsi salah satunya adalah DIY yang diberi kepercayaan untuk melaksanakan vaksin baru ini.

 

Penambahan vaksin Hib ini adalah untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan pada bayi dan balita akibat pneumonia dan meningitis. Pemberian vaksin pentavalen ini ditujukan kepada bayi yang berusia 18 bulan.

 

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan DIY dr. Arida Utami, M.Kes menyampaikan juga paparan tentang kesiapan dalam pemberian imunisasi kepada bayi.

 

Di DIY sendiri kesadaran akan pentingnya imunisasi bagi bayi-balita masih minim. Hal ini dikarenakan masih adanya anggapan diantaranya vaksin yang tidak halal, sudah pernah diberi imunisasi maupun ketakutan anak untuk disuntik.

 

Namun, DIY dalam hal ini Dinas Kesehatan DIY sudah mengupayakan berbagai hal untuk mengurangi anggapan miring tersebut, diantaranya adalah adanya optimaslisasi pencatatan dan pelaporan, koordinasi yang intensif, adanya sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi, serta penggunaan media untuk promosi.

 

Dinas Kesehatan DIY juga telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan mengenai program imunisasi yaitu RPJM 2010-2014 yang tercapainya cakupan imunisasi dasar 0-11 bulan, kemudian RPJMD 2009-2013 yang mencapai cakupan imunisasi anak SD sekitar 98%.

 

Menetapkan adanya bulan imunisasi, intensifikasi program imunisasi merupakan langkah-langkah Dinas Kesehatan DIY dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak serta untuk meminimalisasi kelompok yang menolak imunisasi. Diharapkan dari imunisasi yang baru (pentavalen) ini dapat menurunkan kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). (tj/skm)

 

HUMAS DIY



Sebarkan Artikel ini ke Social Network Favoritmu
 
 

Tambahkan Komentar


Security code
Refresh