Pemerintah
Musyawarah Besar VI Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakarta Berakhir PDF Cetak Email
Selasa, 30 April 2013 08:36

YOGYAKARTA (30/04/2013) portal.jogjaprov.go.id. – Generasi Muda penerus bangsa jangan sekali-kali meniru perbuatan sebagian anggota DPR yang korupsi. Buatlah program kerja nasional sebagaimana digariskan dalam Pancasila, sila ke 4 yaitu Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan dan perwakilan serta sila ke- 5 Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia dan itu merupakan tujuan nasional kita.

Hal demikian disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakarta Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroatmojo sore tadi (Selasa,30/04) di Hotel Inna Garuda seusai menutup Musyawarah Besar Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III yang diikuti dari selruh Indonesia.

Penyelenggaraan Musyawarah Besar VI Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakarta selain bertujuan untuk memilih kepengurusan yang baru masa bakti 2013-2017, karena masa kerja pengurus sebelumnya habis hingga tahun 2012 tersebut juga menyusun program kerja paguyuban yaitu tetap memperjuangkan perbaikan kesejahteraan bagi anggota.

Lebih lanjut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Paguyuban Wehrkreis (daerah Perlawanan) III Yogyakarta Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroatmojo mengatakan bahwa ke depan setiap langkah pemuda yang akan diambil harus mengarah pada sila-sila dalam Pancasila terutama sila ke-4 dan 5 tersebut sehingga dalam bertindak dan perbuatannya jangan menyimpang dari keadilan social bagi seluruh Rakyat Indonesia dan menuju pada kesejahteraan social dan generasi muda harus pegang teguh nilai permusyawatan dan perwakilan.

Musyawarah Besar VI Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakarta yang dibuka Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX kemarin pagi (Senin,29/04) mengharapkan agar setiap generasi perlu untuk terus mengingatkan kepada generasi yang lain akan pengalaman dan perjalanan yang pernah dilalui sebagai bagian dari proses panjang membangun bangsa ini.

Menurutnya hal ini penting disampaikan, agar setiap generasi juga mempunyai pemahaman bahwa bangsa ini tidak dengan tiba-tiba berada pada posisi dan koindisi seperti sekarang ini. Bangsa ini menurut Paku Alam IX dibangun di atas perjuangan dan pengalaman-pengalaman penting yang akhirnya menyatu dan menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara hingga sekarang ini.

Dibagian lain Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Paguyuban Wehrkreis (daerah Perlawanan) III Yogyakarta dalam kesempatan itu menambahkan bahwa Paguyuban ini berdiri 27 Tahun yang lalu dengan dasar adalah rasa dan anggotanya merupakan pelaku sebagian sejarah berdiri tegaknya Negara yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 tersebut dengan anggota 1100 orang pelaku, namun sekarang masih tertsisa 500an orang pelaku dan 600 lainnya tinggal wara-kawuri.

Mengakhiri Musyawarah Besar VI Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakarta di Yogyakarta selain ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakart Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroatmojo yang selanjutnya diserahkan kepada Panitia Penyelenggara Mubes VI sebagai ungkapan syukur pelaksanaan Musyawarah Besar ke–VI berlangsung lancar serta penyerahan pernghargaan dan kenang-kenangan kepada pelaksana Mubes.

Adapun susunan Pengurus secara lengkap Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan) III Yogyakarta masa bakti 2013-2017 Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroatmojo, Wakil Ketua Sentot Soewandi, Ketua I Mamiek Katamasi, Ketua II Taufik R Sigar,SE, Sekretaris Umum Baroto Ismaun,SH,MA, M.Si, Sekretaris I Mona Sigar,SE dan Bendahara Sri Krena Parsid.

Sedangkan Presidium Mubes VI Paguyuban Wehrkreis (Daerah Perlawanan ) III Yogyakarta terdiri Sentot Soewandi Ketua merangkap Anggota, Yuli Astuti Moyoretno Anggota, Agus Sriyanto Anggota, Budi Hartono Anggota dan Dwijo Santoso juga anggota. (kar).

 

 

HUMAS DIY



Sebarkan Artikel ini ke Social Network Favoritmu
 
Terakhir di Update pada Rabu, 01 Mei 2013 02:08
 

Komentar  

 
0 #1 Jam Tangan Casio 2013-05-09 21:08
benar sekali langkah kita bernegara di Indonesia haruslah dilandaskan dengan Pancasila dan dalam hal ini adalah sila ke empat "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan"
Quote
 

Tambahkan Komentar


Security code
Refresh