Komisi C DPRD Provinsi Riau Study Banding Ke Pemda DIY

Kamis, 07 November 2013

YOGYAKARTA (07-11-2013) portal.jogjaprov.go.id Bencana adalah peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam, maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis dari dampak bencana tersebut .

Paradigma penanggulangan bencana sudah dikembangkan dari yang dulu berpola responsif-tanggap darurat, menjadi lebih ditekankan pada upaya pencegahan dan pengurangan resiko bencana, kata Gubernur DIY.

Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda DIY, Drs.Sulistyo, SH, CN.M.Si, ketika menerima Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Provinsi Riau, yang diterima di Ndalem Ageng, Kepatihan, pada hari Kamis (07/11).

Acara kunjungan tersebut juga dihadiri oleh beberapa SKPD di Lingkungan Pemda DIY antara lain: Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kesbanglinmas, dan Sat Pol PP.

Gubernur DIY menambahkan, dari sisi kelembagaan saat ini DIY sudah mempunyai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun demikian, masyarakat, para pemangku kepentingan dan unsur terkait lainnya, tetap terus digerakkan dan disinergikan, guna membangun kesadaran akan pentingnya manajemen penanganan dan pengurangan resiko bencana. 

Diharapkan melalui pelaksanaan kegiatan Penanggulangan Bencana yang dilaksanakan oleh masing-masing BPBD kabupaten/kota, dengan saling berkoordinasi dengan BPBD DIY.

Pemerintah Daerah DIY sendiri sudah mengantisipasi timbulnya bencana sesuai dengan sistem manajemen bencana melalui pengembangan regulasi yang memadai, perencanaan dan penganggaran, pengembangan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia.

Sedangkan Abdul Wahid, S.Pd.I selaku Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Riau mengatakan tujuan kunjungan ke Pemda DIY, disamping silahturahmi juga ingin belajar banyak dari Pemerintah Daerah DIY dalam hal penanggulangan bencana.

Bencana yang terjadi di Riau dan mengancam masyarakat Riau hanya ada dua, yaitu longsor dan banjir. Riau tidak memiliki gunung seperti di DIY, sehingga tidak adanya ancaman letusan gunung. Akan tetapi hal itu tidak menyurutkan kami untuk belajar dari Pemerintah Daerah DIY dalam menanggulangi bencana. Karena kerja Pemerintah Daerah DIY dalam menangulangi bencana pada peristiwa meletusnya Gunung Merapi kami rasa sudah baik, kata Abdul Wahid.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Ir. Gatot Saptadi, memaparkan materi secara detail antara lain: proses penyelenggaraan penanggulangan bencana yang dilakukan mulai dari sebelum, pada saat dan setelah terjadinya bencana; potensi bencana di DIY; pengalaman BPBD dalam penanganan bencana (gempa bumi dan letusan Gunung Merapi); strategi rehabilitasi dan rekonstruksi rumah pasca gempa; dan infrastruktur pembangunan pasca bencana.

Acara diakhiri dengan tukar menukar cenderamata dan dialog yang dipandu oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra. (dsk/skm)

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN