Asrama Mahasiswa di DIY Dapat Menjadi Sarana Pendidikan

Tanggal Rilis :
Selasa, 09 Mei 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Sis
Lokasi :
Inna Garuda Hotel Yogyakarta

Yogyakarta ()9/05/2017) jogjaprov.go.id – Pemahaman budaya suatu bangsa hanya dengan penguasaan bahasanya saja tidaklah cukup, karena tidak semua nilai, ekspresi dan pikiran dapat dinyatakan secara verbal dan lugas. Adakalanya pemahaman budaya dinyatakan melalui konvensi, kebiasaan, tradisi dan kesepakatan sosial yang mengalir dalam bentuk ekspresi atau simbol-simbol non-verbal. Demikian disampaikan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dalam membawakan Keynote Speech Gubernur DIY dalam acara Rapat konsolidasi Nasional Antar Pemerintah Provinsi  Selasa (09/05) di Inna Garuda.

Dikatakanya lebih lanjut bahwa, dalam interaksi sosial, perilaku budaya merupakan perilaku simbolik yang pemaknaannya harus dilakukan kontekstual. Ini mengandung arti bahwa, setiap orang dari suatu kelompok masyarakat harus mampu mengidentifikasi dan memahami makna simbolik dari perilaku budaya kelompok yang lain. Pemahaman yang sama terhadap perilaku simbolik pada kelompok berbeda, penting guna mengantisipasi kesalahpahaman dalam interaksi  sosial. Dengan persepsi ini, pemahaman yang sama dapat meminimalisasi timbulnya konflik yang bernuansa etnis.

Di akhir pidatonya Wagub DIY menghimbau bahwa, setiap orang atau kelompok masyarakat harus menghindari perilaku yang menyinggung faktor primordialisme etnis yang lain, karena berpotensi memicu ketegangan sosial yang bisa memicu ketegangan sosial yang bisa menyebar menjadi konflik massal .

Sementara itu Kepala  Badan Kesbangpol DIY, Agung Supriyono, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa, asrama-asrama mahasiswa di DIY dapat menjadi sarana pendidikan wawasan kebangsaan dan sarana percepatan pembauran kebangsaan dan akulturasi budaya serta diharapkan mampu menjadi jendela Indonesia bagi masyarakat Yogyakarta.

Kegiatan diikuti oleh 100 orang peserta  yang berasal dari perwakilan Pemerintah Provinsi yang memiliki asrama mahasiswa di wilayah DIY yang terdiri dari Gubernur/Sekretaris Daerah Provinsi dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan politik Provinsi dari seluruh Indonesia. Adapun output dari kegiatan tersebut adalah dihasilkannya MoU antara Pemda DIY dan Provinsi terkait yang memilii asrama daerah di wilayah DIY dalam rangka perbaikan pengelolaan asrama mahasiswa daerah.

Turut serta menjadi nara sumber dalam kesempatan itu adalah Direktur Bina Ideologi Karakter dan Wawasan Kebangsaan Dirjen Polpum, Prabowo. (teb)

 

HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN