Stok Pangan Sleman Aman Menjelang Bulan Puasa

Tanggal Rilis :
Rabu, 17 Mei 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
Reni
Lokasi :
Sleman

YOGYAKARTA (17/05/2017) jogjaprov.go.id – Meskipun untuk beberapa komoditas terjadi minus stok, tapi ketersediaan kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Sleman aman sampai dengan bulan Ramadhan nanti. Demikian disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Sleman, Dra. Suyamsih, M.Pd ketika menerima Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY di Ruang Rapat B Setda Kabupaten Sleman, Selasa (16/5) pagi.

 

Dijelaskannya, beberapa kebutuhan pokok seperti cabai rawit, bawang merah, daging sapi dan kedelai mengalami minus ketersediaan, namun masih bisa dicukupi dari daerah lain. Artinya, ketersediaan kebutuhan pokok di Sleman cenderung tercukupi. Bahkan untuk beberapa jenis komoditas cenderung surplus, terutama beras, cabai merah, daging ayam, telur dan ikan.

 

Untuk BBM dan LPG, TPID Sleman juga telah melakukan pemantauan ke agen dan pangkalan pada tanggal 11 dan 12 Mei 2017 lalu. Secara umum, pasokan BBM di SPBU wilayah Sleman cukup tersedia. Kebutuhan BBM jenis Pertalite jauh melebihi Pertamax dan Premium, sedangkan untuk solar belum termonitor adanya peningkatan kebutuhan yang signifikan.

 

Di beberapa wilayah pedukuhan di Kecamatan Godean, ketersediaan LPG 3 kg di beberapa pangkalan dan pengecer mengalami kekurangan stok. Hal ini karena adanya peningkatan kebutuhan pada saat libur panjang, tanggal 1 dan 11 Mei 2017 kemarin. Namun demikian, di wilayah lain stok masih tergolong aman dan mencukupi. Adapun interval harga refill “gas melon” di pangkalan adalah Rp 15.500,- s/d Rp 16.500,- dan di tingkat pengecer berkisar Rp 17.500,- s/d Rp 19.500,-.

 

Dari segi harga, berdasarkan pemantauan pada bulan Mei minggu pertama dibandingkan minggu kedua, sebagian besar komoditas telah mengalami kenaikan harga berkisar 0 – 7% . Kenaikan paling tinggi ada pada komoditas cabai merah keriting, yaitu sebesar 36,07%. Sedangkan komoditas yang justru mengalami penurunan harga adalah cabai rawit hijau, yakni sebesar 4,78%.

 

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, TPID Kabupaten Sleman juga telah menyiapkan beberapa strategi khusus, di antaranya:

- Optimalisasi Toko Tani Indonesia (TTI)

- Pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman buah, sayur, peternakan dan perikanan

- Program Rumah Pangan Kita (RPK)

- Pemantapan kerjasama antara Gapoktan dengan Asosiasi Pedagang Pasar, dalam hal penjualan kebutuhan pangan terutama beras

- Program penggunaan produk lokal

 

Seusai dialog, TPID DIY didampingi TPID Kabupaten Sleman melakukan pemantauan lapangan, guna meninjau secara langsung ketersediaan stok komoditas pangan, khususnya pada level distributor besar. Adapun distributor yang dikunjungi adalah Kios Jaya Mulya (distributor sembako di Pasar Sleman), Gudang Lestari (distributor tepung, gula dan minyak) di Kronggahan dan Pakem, Gudang Arista (distributor tepung, gula dan minyak) di Jalan Kaliurang Km 7, dan terakhir RPA Saliman Corporation di Grojokan Tridadi. (rn)

 

TIM HUMAS DIY

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN