TPID DIY ke Kabupaten Bantul

Tanggal Rilis :
Kamis, 11 Mei 2017
Penulis Artikel :
Sukarmi
Fotografer :
TE Berdikaryantie
Lokasi :

Yogyakarta (11/05/2017) jogaprov.go.id -  Di hari ketiga , TPID (Tim Pemantau Inflasi Daerah) DIY melanjutkan perjalannnya ke Kabupaten Bantul untuk melihat dari dekat ketersediaan kebutuhan strategis masyarakat ke distributor menjelang Ramadhan 2017.

Dipimpin Asisten Perekonomian  DIY, Ir. Gatot  Saptadi  didampingi Kepala Perwakilan BI DIY, Budi Hanoto serta Kepala Biro Administrasi  Perekonomian, Ir. Sugeng Purwanto  MM rombongan diterima Bupati bantul, Suharso di Gedung  Parasamya lantai III.

Adanya TPID harus bisa menjadi garda terdepan dalam menyikapi keadaaan terutama  ketersediaan  kebutuhan selain mengatasi inflasi dengan mengingatkan distribusi  pemantauan harga di pasar, pengendalian, ekspektasi  daya beli konsumen. Selain itu  TPID tidak hanya berperan sebagai penjaga inflasi,namun juga antisipasi dini apabila terjadi  kelangkaan  distribusi di daerah. Demikian Bupati Bantul, Suharso  dalam  sambutan selamat datang  pada TPID DIY pada Rabu (10/05).

Sementara itu   di kesempatan yang sama Gatot Saptadi  antara lain menyampaikan  bahwa  kegiatan ini adalah dalam rangka melaksanakan   koordinasi  terutama dalam event -event tertentu seperti akan datanganya hari-hari besar seperti  Puasa, lebaran maupun hari Natal   serta akhir tahun.

Ditambahkannya, selain momen tersebut, pada saat penerimaan siswa maupun mahasiswa baru pasti juga akan datangnya tekanan inflasi.  Hal ini karena adanya kecenderungan masyarakat untuk berlomba-lomba membelanjakan kebutuhannya lebih dari biasanya, apalagi mendekati awal bulan ini.   “Hal inilah yang perlu diantisipasi”, katanya.

Setelah adanya diskusi dengan distributor serta Bupati dan jajarannya, TPID  DIY melanjutkan  tugasnya  melihat langsung ke pasar tradisional Bantul serta Imogiri.

Dalam pengamatan tim setelah melihat  dari dekat di kedua pasar tersebut, ditarik kesimpulan bahwa  cukup adanya ketersediaan  stok kebutuhan di kedua  pasar  dengan harga yang relative stabil, walaupun  mungkin ada perbedaan harga sedikit di kedua  tempat itu.

Di akhir kunjungannya tim melaksanakan pengamatan langsung di distributor bawang merah  di daerah sanden. (teb)

HUMAS DIY

 

 

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN